Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 08, 2011

Hipotermia Doa
karya : NN

mengembara pada lamunan senja
memalung luka kawah menganga
menyembur resah membumbung abu
aroma belerang memasung nafsu
layu sudah senja di ufuk barat
menelan pahit yang mengarat
menunggu panen sambil melamun
membungkus raga dengan halimun
senja makin merenta
memanggul asa membara
menyeberang lautan memasir
menghela decak para kusir
berharap sampai pada
bangunan tua bernama pura
bersedengkap lantunkan pujapuja
merayu pilu sang hyang mayapada
malam menepis senja bisu
ketika bulir mata mulai beku
meniadakan bisik rerasa raga
bibir masih lantunkan doadoa
sampai pada sunyi melebam
rancauan berlahan mendiam
otak berlahan mengamnesia logika
jantung memompa darah tergesa
merambat kaligata sampai ke siku
meradang dingin seluruh tubuh
membunuh selsel pembuluh
pecah bersama doa gagu
hipotermia mengantarku menghadap-Mu
Senja, 160411


di kutip dari :
http://www.kemudian.com/node/254671

Jumat, Juni 03, 2011

Surat Untuk Calon Istriku

Untuk Calon Istriku
Karya : Cucuk Hariyanto
 
tentang-pernikahan.com - Assalammu'alaikum Wr... Wb...

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku...
Masihkah menungguku...?

Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu...
Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...

Ukhtiku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia...
'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
......

(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah...
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah...
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin...

Wassalamu'alaikum Wr... Wb...

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...

Selasa, Mei 31, 2011

Surat Terakhir Untuk Mantan Pacarku

Surat Terakhir Untuk Mantan Pacarku
Karya : Alumnus University Of Attaqwa Al-islamiyah
 
tentang-pernikahan.com - Untuk mantan pacarku yang disayangi Allah

Puji dan syukur hanya dan milik Allah swt semata,
sholawat seiring salam semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan dan idola kita semua yaitu Nabi
besar Muhammad SAW. dan tak henti-hentinya aku
berdoa semoga apa-apa yg tengah dan akan kita
lakukan selalu dalam pengampunan-Nya yang mendapat
ridho setra selalu dalam naungan rahman dan
rahinNya.

sebelummya aku minta maaf apabila selama ini mungkin
kata-kataku baik pada waktu di telpon atau dirumahmu
telah menyinggung perasaanmu, sebenarnya aku ingin
ngomong banyak sekali tetapi entah aku tak tahu pada
waktu kata-kataku sudah siap aku lontarkan
didepanmu, kata-kata ini hilang tak karuan begitu
saja setiap kali seperti ini dalam fikiranku selalu
terlintas kata-kata, "apa yang sudah kamu lakukan
itu telah menghalangi hak-haknya,
jangan...jangan...urungkan saja niatmu!"

Kemudian setelah lama aku yakinkan, aku sadar bahwa
setiap muslim satu dengan yang lain adalah seperti
satu tubuh yang saling sambung menyambung dan tak
akan pernah dilepaskan. Sungguh aku yg hanya sebagai
mantan pacar, tiada niat dalam hati 'n' selain tiada
kerelaanku jika seseorang yang pernah namanya
bersemayam dalam dihatiku masih terjerat dalam
lingkaran-lingkaran syaiton, tahukah engkau hati ini
terasa ngilu dan sakit jika aku mengingat akan hal
itu, maka dari itu aku luangkan waktu untuk
mengungkapkan isi hatiku, untuk itu aku mohon
kesedianmu untuk membaca dan lebih-lebih engkau mau
meresapi dan memahami kata-kataku berikut ini

[jangan didelete dulu , suratnya puanjang]

Mantan pacarku, engkau adalah kaum yang terhormat
seperti halnya Ibuku dan saudara-saudara
perempuanku. Kau adalah tiang negara ini yangmana... dengan akhlakmu, engkau dapat menghancurkan
dan mengokohkan negara ini. Engkau adalah pendidik
masa depan yang selalu mejadi harapan bangsa dan
agama kita yaitu Islam yang telah meninggikan
derajat dan memuliakan kedudukanmu. Agama yg lurus
ini juga telah mewajibkan kaum hawa untuk menutup
aurat agar supaya terjaga kehormatan dan kesucianmu
sehingga engkau tidak diganggu oleh orang-orang yang
ingin menodai kesucianmu.

Mantan pacarku......, Engkau adalah makhluk Allah
yang mulia, yang diciptakan dengan segala keindahan,
bagai bunga yang harum semerbak yang selalu
mengundang banyak kumbang untuk selalu mendekat
seperti sebuah ungkapan : "dunia adalah perhiasan
dan seindah-indahnya perhiasan adalah wanita
salihah". Untuk itulah keindahanmu hanya pantas
dimiliki seseorang yang telah dihalalkan oleh Allah
untukmu lewat syariatNya yang suci dan akan selalu
menjaga kesucian dan kehormatanmu.

Ukhti...., Engkau seharusnya tidak boleh dilihat
sembarang mata, tak boleh disentuh oleh sembarang
tangan, tak boleh diajak dan dibawa bermain
sembarang laki-laki. Sungguh hati kecilku ini
sebenarnya tidak pernah terima jika engkau tidak
diperlakukan secara sewajarnya sebagai seorang
muslimah, karena kau adalah saudaraku di jalan Allah
yang harus terjaga kesuciannya agar wanginya tetap
semerbak.

Mantan pacarku yang diridhoi Allah. cintaKu sekarang
hanya milik Allah, RosulNya dan agamaNya. Telah
dituntunnya kita dalam syariatnya yang amat sangat
lengkap tentang kehidupan ini, tentang bagaimana
kita harus bergaul, bermasyarakat, dll. Seperti
halnya... "Berlalulah masa dari hari ke hari sedang
dosa kita terus menumpuk dan kemuadian datanglah
utusan maut. Sedang hati kita dalam keadaan lengah.
Dan sesungguhnnya kenikmatan dunia hanyalah tipuan
dan penyesalan serta kemegahan dunia hanyalah
kemustahilan dan kebatilan."

....sungguh apabila mau bercermin pada ayat diatas,
rasanya sangat tidak pantas kalau kita maupun
saudara-saudara kita masih memelihara cinta semu
yang hakikatnya adalah luapan nafsu yang selalu
ditunggangi oleh musuh kita "Sayton La'natullah".
kita hanya boleh mencintai sebagai saudara dalam
Islam, saling menyayangi hanya karena ikatan aqidah
yang bersih dan ukhuwah kita. Seiring sejalan untuk
tetap istiqomah didalam aturanNYa, tentu dengan
cara-cara yg diridhoi Allah.

Saudaraku... mungkin untuk itu tidak ada salahnya
kalau kita mau berfikir sedikit lebih tenang, lebih
dewasa dan berpikir jauh kedepan. Mari kita
jernihkan fikiran, mensucikan hati, jauhkan
kebencian dan dahulukan cinta. Dengan demikian aku
yakin kita bisa menatap kebaikan dengan hati yang
lapang, tenang dan damai.

Saudaraku terlalu panjang sudah suratku untukmu,
semoga Allah mangampuni dosaku dan dosamu serta dosa
saudara-saudara kita semua yang selama ini masih
selalu menyalahi Syariat-Nya karena kita telah
merajut benang-benang kasih Sayitoni dalam
kebersamaan kita. Maka dari itu marilah kita
sama-sama bertekad untuk menyemai benih-benih cinta
kita dilahan yang telah disediakan Allah untuk kita.
Marilah kita tumbuhkan dan kita pupuk rasa cinta
kita hanya untuk kekasih abadi kita yaitu Allah swt
yang selalu membelai kita dengan Rahman dan RahimNya
agar kita selalu siap untuk berjihad di jalanNya.

Oh...ya...mungkin perlu ukhti ketahui bahwa surat
ini kutulis untukmu bukannya aku sekarang sudah
tidak mencintaimu lagi atau aku takut sama ortu,
atau aku sudah mendapat penggantimu, ...tidak sama
sekali tidak!

Tetapi hidayah dariNya yang membuatku jadi begini.
Aku berharap semoga hidayah yang amat mahal dan
terindah ini dapat terus kita jaga dan kita
pertahankan keberadaannya. Aku berlindung kepada
Allah dari segala bujuk rayu syaiton dan
kerabat-kerabatnya.

Aku mohon maaf atas segala kekhilafan yang pernah
aku lakukan terhadapmu dan semoga yang maha kuasa
mau menerima taubatku dan taubatmu, amin.....
seperti dalam firman Allah "setiap anak adam pasti
bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah
mereka yang lekas-lekas menyadari kesalahannya untuk
bertaubat".


TIADA MASA YANG INDAH SELAIN MASA REMAJA
TIADA REMAJA YANG PALING MULIA SELAIN REMAJA YANG
BERTAQWA

source : alumnus University of Attaqwa Al-Islamiyah